Langkah Misterius di Gedung B FIK UI

Cerita ini saya alami pada bulan Januari 2009. Sembari kuliah, di Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), saya adalah seorang webdesigner yang sering menerima order untuk jasa pembuatan website. Maka dari itu saya sering menyelesaikan pekerjaan hingga menginap di kampus untuk mendapatkan koneksi internet kecepatan tinggi.

Malam itu adalah malam yang tidak dapat saya lupakan, terutama karena saya melewatkan malam itu dengan bergadang di Fakultas Ilmu Keperawatan bersama dua orang satpam yang sudah saya kenal akrab, padahal malam itu adalah malam minggu (baca: kasihan). Waktu menunjukan pukul 23.45 WIB. Saya menggelar tikar yang sengaja saya bawa dari rumah di dekat pos satpam yang terletak di gedung A lantai bawah. Saya sengaja menggelar tikar di gedung A karena pada malam itu hanya ada saya dan kedua satpam itu yang berada di Fakultas Ilmu Keperawatan.

Pada malam itu yang bertugas ialah Pak Toto dan Pak Adin. Pak Toto merupakan satpam senior yang sudah lama menjadi security di Fakultas Ilmu Keperawatan. Sedangkan Pak Adin jauh lebih muda. Setelah saya selesai menyiapkan peralatan komputer, Pak Toto menegur saya.

“Mas, kita mau patroli dulu ya ke belakang…..”

Saya pun mengangguk tanpa suara. Tidak lama mereka pergi dan meninggalkan saya sendirian di Gedung A. Damn..!! Perasaan saya tidak enak pada saat itu, aura semangat bekerja berubah menjadi tegang karena saya belum pernah sebelumnya sendirian nge-net di Gedung A. Untuk mengurangi rasa takut, saya putar dengan keras koleksi murrotal Qur-an di laptop dan bibirpun ikut melantunkannya.

Kedua satpam itu menyeusuri tiap kelas yang ada di gedung A dan gedung B. Gedung A merupakan gedung 2 lantai yang dibangun lebih dahulu dan terletak di depan Fakultas. Sedangkan gedung B yang dibangun setelah gedung A memiliki 5 lantai. Konon di gedung B ini hantu wanita berbaju merah (lady in red) sering mampir ke koridor dan ruang kelas yang berada di lantai-lantai atas gedung B.

Berselang beberapa menit, terdengar suara langkah kaki orang berlari.

“Drap… Drap…. Drap… Drap…”

Semakin lama suara itu terdengar semakin jelas kearah saya berada

“Drap..!. Drap….!! DRAP…!!! DRAP…!!!!!  Mas…!! Mas….!! Hufh…!!”

Pak Toto berhenti berlari dihadapanku dengan muka sangat pucat.

“Ke, ke, Kenapa pak…? loh kok sendirian baliknya pak, nggak barengan sama pak Adin?”

Saya bertanya heran dengan memasang wajah santai, padahal saya juga deg-degan.

“A… A… Adin…. Nggak tau kemana dia, saya kira dia sudah balik kesini”

Tidak lama selang beberapa menit pak Adin yang berwajah kesal datang dan berbicara dengan nada keras kepada Pak Toto

“To! Kemana aja lu? Gua tunggu di atas nggak nongol-nongol, sampe bau menyan lagi! Untungnya gua turun nggak nungguin elu, eh elu malah disini duluan!”

Setelah mereka bertemu dan bercerita kepada saya. Ternyata pak Toto mengalami pengalaman yang tidak mengenakan. Setiap malam mereka selalu melakukan patroli tengah malam berdua di Gedung B karena memang terkenal horror dari dulu. Kecuali pada malam itu, mereka melakukan pengecekan ruangan sendiri-sendiri agar lebih cepat. Mereka sepakat untuk mengecek ruangan di lantai kedua dan bertemu kembali di ruang 202. Ketika pak Toto sudah selesai ia mencari pak Adin di ruang 202 namun tidak kunjung muncul. Pak Toto fikir Adin sudah turun duluan dan ia berjalan menuju tangga darurat. Di tangga darurat inilah ia mendengar suara langkah kaki di tangga tersebut.

Tangga darurat tersebut biasanya mereka gunakan untuk ngumpet ketika ingin merokok di jam kerja siang. Namun dalam suasana gelap seperti tidak mungkin ada yang menegur ketika mereka merokok. Suara langkah kaki tersebut makin jelas mengarah ke lantai atas, Pak Toto pun mengikuti langkah kaki tersebut hingga sampai lantai 3 yang jauh lebih gelap dari lantai 2.

Ketika di lantai 3, Pak Toto merasa ruangan menjadi lebih dingin dan bulukuduknya berdiri. Suara langkah kaki hilang dan ia berteriak ketakutan;

“Din!!! Dimana luu..!!?? lu ngapain ngumpet kalau mau ngerokok jam segini!!??”

Tiba-tiba Pak Toto mendengar suara Adin dari bawah berteriak; “To!! Dimana luu…??? Merinding nih gue sendirian…!!”

Pak Toto pun sadar bahwa ia dikerjai oleh penunggu di Gedung B. Tanpa habis piker, ia lari terbirit-birit menuju tempat saya berada. Pantas saja pak Toto pucat sekali wajahnya, ia mengikuti suara langkah kaki makhluk halus hingga ke lantai 3.

Begitulah pengalaman cerita hantu saya selama saya kuliah di UI. Cerita ini saya akhiri dengan perkataan pak toto dengan tangan bergetar memegang gelas air minum

“Sialan!! Gua dikerjain lagi malam ini. Udah lama gua nggak main sama tu setan!! Apes….!!!”

by Ramadoni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s